Contoh Surat Perjanjian Yang Benar

Contoh Surat Perjanjian Yang Benar - Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang surat perjanjian, dimana surat ini biasanya digunakan pada saat seseorang atau dua orang yang saling terkait membuat sebuah pernyataan dalam bentuk surat dimana surat ini biasanya disebut dengan surat perjanjian.

Pada surat perjanjian ini biasanya yang sering saya temukan adalah surat perjanjian kontrak atau kerjasama antar satu perusahaan atau institusi dengan perusahaan yang akan diajak kerjasama, dimana surat perjanjian kerjasama ini biasanya akan mencakup beberapa ketentuan yang sudah ditetapkan dan tentunya harus dijalankan sebagaimana mestinya. Dan dalam surat perjanjian kadang melibatkan pihak ke tiga untuk menguatkan perjanjian tersebut.

Secara klasifikasi surat perjanjian dibagi menjadi 2 jenis diantaranya :
  1. Perjanjian yang disaksikan oleh pejabat pemerintah ( Perjanjian Autentik)
  2. Perjanjian yang tidak disaksikan oleh pejabat pemerintah( Perjanjian Dibawah Tangan).
Selain itu juga dalam surat perjanjian biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut :
  1. Surat perjanjian harus ditulis diatas kertas segel atau kertas biasa yang dibubuhi materai.
  2. Surat perjanjian harus dibuat dengan ikhlas, rela, tanpa paksaan.
  3. Isi surat perjanjian harus disetujui oleh kedua belah pihak yang bersangkutan dan diwajibkan untuk berjanji.
  4. Pihak yang berjanji harus sudah dewasa dan dalam keadaan waras dan sadar.
  5. Isi surat perjanjian harus jelas dan tidak mempunyai peluang untuk ditafsirkan secara berbeda.
  6. Isi surat perjanjian tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan norma dan susila yang berlaku.
Dan berikut ini adalah beberapa contoh surat perjanjian kerja yang mungkin akan bermanfaat untuk anda.
Contoh Surat Perjanjian 1
Surat Perjanjian Kerjasama (MOU)

Nomor : 089/SR/VI/2015

Pada hari ini Senin tanggal 28 bulan Agustus tahun 2016, yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama
: Pika Puspita Sari
Perusahaan
: PT. UBIT BITU
Jabatan
: Direktur Pemasaran
Alamat
: Jl. Nagaki, Blok V No.8 Tasikmalaya
Berdasarkan Surat Keputusan bla bla bla...... Nomor: 46 tanggal 32 dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Jabatan, yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama
: Abdul Manaf
Perusahaan
: PT. TIONCAKE
Jabatan
: Direktur Utama
Alamat
: Jl. Impres, Blok G No.1 Bandung

Yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan kerjasama yang dituangkan dalam suatu naskah perjanjian kerjasama dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Bla bla bla...
  2. Bla bla bla...
  3. Bla bla bla...
Bandung, 28 Agustus 2016

    PIHAK KEDUA                              PIHAK PERTAMA
 

     Bermatrai                                     Bermatrai 
  (Abdul Manaf)                             (Pika Puspita Sari)

 *coret yang tidak perlu
 Contoh Surat Perjanjian 2
SURAT PERJANJIAN
No. I/SP/PT.NA/III/2013
.......................................

Kami yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama
: Pika Puspita Sari
No. KTP
: 12345
Jabatan
: Direktur Utama
Dalam hal ini bertindak dan atas nama PT. NILO ABADI selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
Nama
: Agus Hamzah
No. KTP
: 0089898
Jabatan
: Manajer
Dalam hal ini bertindak dan atas nama diri sendiri yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah melakukan kesepakatan perjanjian berupa PERJANJIAN KERJA dengan ketentuan sebagai berikut :
Pasal 1
Jenis Pekerjaan
PIHAK PERTAMA akan memberikan pekerjaan kepada PIHAK KEDUA berupa penggarapan proyek konstruksi baja sebuah gedung dengan ukuran 1.000 m2 x 18.000 m2.
Pasal 2
Mekanisme
PIHAK PERTAMA akan menyediakan semua material yang diperlukan untuk melakukan penggarapan proyek konstruksi baja hingga selesai.
Pasal 3
Pembayaran
PIHAK PERTAMA akan memberikan upah kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah) dengan cara pembayaran dilakukan dalam dua tahap, yaitu:
Pembayaran pertama dilakukan ketika progres pekerjaan sudah mencapai volume 50 %, dan pembayaran kedua akan dilakukan maksimal satu minggu setelah pekerjaan selesai.
Pasal 4
Ketentuan
PIHAK PERTAMA berhak untuk tidak melakukan pembayaran kepada PIHAK KEDUA apabila PIHAK KEDUA tidak menyelesaikan penggarapan proyek konstruksi baja gedung yang berukuran 1.000 m2 x 18.000 m2 hingga selesai.
Demikian surat perjanjian ini kami buat tanpa ada paksaaan dari pihak manapun dan atas keinginan kedua belah pihak sendiri.
 
Bandung, 6 Juli 2016
Yang membuat perjanjian,
PIHAK PERTAMA                                                            PIHAK KEDUA
  PT. UBIT BITU     
                                             
   Bermaterai                                                                  Bermaterai
Pika Puspita Sari                                                           Agus Hamzah

Demikianlah contoh surat perjajian kerjasama ini, semoga bermanfaat dan semoga sukses. 
Advertisement
Facebook Twitter Google+
Back To Top